Duplikat Kunci “Immobilizer” Tidak Sampai Rp 1 Juta

Teknologi immobilizer berupa kunci dengan chip berkode identitas unik yang hanya cocok pada satu mobil memberikan konsekuensi buat pemilik mobil. Produsen membuat kunci immobilizer dengan jumlah terbatas untuk satu mobil. Nah, yang jadi masalah besar kalau hilang.

Tanpa kode identitas yang identik, mesin mobil mustahil menyala. Biaya pembuatan kunci immobilizer via diler resmi bisa mencapai puluhan juta rupiah, di sinilah tukang duplikat kunci mengambil celah.

Baca: Kunci Immobilizer Raib, Siapkan Dana Puluhan Juta
Febri Ardani/KompasOtomotif
Kunci Immobilizer yang siap dijadikan duplikat.
Sekarang pembuatan kunci immobilizer tidak lagi dikuasai produsen sebab versi duplikatnya sudah bisa dibuat dengan biaya lebih murah.
Salah satu tukang duplikat kunci di sentra otomotif di Jakarta mengaku bisa membuat tiruannya dengan biaya Rp 800.000. Dana segitu untuk membuat kunci immobilizer merek Toyota dan Honda yang belum terintegrasi dengan sistem alarm. Buat versi alarm kena sampai sekitar Rp 2 juta.
Istimewa
“Perangkat khusus” untuk duplikasi kunci Immobilizer.
Cara pembuatan kunci immobilizer menggunakan perangkat khusus yang bisa mendeteksi kode identitas lantas menginjeksikannya ke kunci duplikat.

Alternatif Spion Copotan Orisinal Toyota dan Honda

Kaca spion mobil jadi salah satu bagian yang kerap rusak karena tertabrak atau tersenggol kendaraan lain di jalan. Kondisi ini tentu menimbulkan masalah karena harga spion dari diler resmi relatif mahal. Melihat peluang ini, kemudian tawaran lain datang dari toko aksesori berupa spion copotan.

Walapun memang kondisinya tidak baru dan sebagus jika membeli di diler resmi, untuk sebagian pemilik mobil yang mencari alternatif dan membeli dengan harga yang relatif terjangkau dan bisa ditawar, produk ini mungkin bisa jadi alternatif.

Salah satu yang bisa disambangi yaitu Gerai M2M, spesialis spion mobil di Mega Glodok Kemayoran (MGK) lantai 5 blok G1 nomor 12.

“Umumnya yang datang ke sini mencari untuk merek Toyota dan Honda, sementara yang lainnya jarang. Kalaupun ada, itu pun harus memesan dan menunggu terlebih dahulu,” ujar Nasirudin, pemilik M2M, kepada KompasOtomotif, Kamis (24/11/2016).

Harganya rata-rata sama, terutama jika satu merek. Misalnya spion Toyota untuk tipe Avanza, Ayla, Agya, dan Xenia dibanderol Rp 650.000 per satu kuping spion elektrik. Kalau Honda, spion untuk model Jazz, RS, CR-V, Freed, dan Accord dibanderol Rp 1,2 juta.

“Spion copotan yang kami jual di sini orisinal. Kami mendapatkannya di lelang asuransi. Mereka tidak hanya melelang unit mobil, tetapi terkadang juga ada bagian mobil. Spion salah satunya,” ujar Nasirudin.

Nasirudin menambahkan, tokonya juga menyediakan pemasangan spion elektrik yang bisa melipat otomatis, bagi mobil yang belum ada fitur tersebut dari pabrikan, khususnya Toyota. Untuk Avanza, Ayla, Agya, dan Xenia, satu paketnya dikenakan biaya Rp 1,4 juta.

“Itu sudah termasuk kaca spion elektrik, motor, sama modulnya. Pemasangannya hanya berkisar satu sampai dua jam,” tutur Nasirudin.

Suzuki Jepang Mengaku “Berat” Sokong Proton

Merek mobil nasional kebanggaan Malaysia, Proton, saat ini sedang dalam kondisi kritis. Laba perusahaan terus menurun, di tengah persaingan industri otomotif yang semakin mengetat.

Mengutip Nikkei, Jumat (25/11/2016), pada september lalu, Proton sudah mengirimkan surat permohonan kerjasama dengan 14 merek mobil global, dan tiga merek sudah dalam tahap komunikasi intensif. Salah satu yang jadi kandidat kuat adalah Suzuki.

Pertimbangan ini, lantara keduanya sudah menjalin perjanjian kerjasama bisnis yang ditandatangani pada Juni 2015. Namun, salah satu eksekutif Suzuki mengatakan, kalau mengambil saham dari produsen mobil asal Malaysia tersebut akan “sulit”.

“Suzuki memutuskan untuk melakukan kemitraan tersebut karena Osamu Suzuki, Chairman Suzuki Motor Corporation, memiliki hubungan pribadi dengan pendiri Proton, Mahathir Mohamad. Tapi Mahathir sudah mengundurkan diri sebagai ketua Proton pada akhir Maret, di tengah perseteruan dengan Perdana Menteri Najib Razak, dan hubungan antar perusahaan (Suzuki dan Proton) menunjukkan tanda-tanda perubahan halus,” ujar sumber tersebut.

Baca juga : Di Ujung Tanduk, Proton Mulai “Jual Diri”

Kinji Saito, Executive General Manager Suzuki untuk pemasaran mobil global, menolak berkomentar ketika ditanya apakah Suzuki ingin berinvestasi di Proton. Dari pangsa pasar 52 persen di tahun 2001, Proton saat ini harus rela kehilangan peminat, dengan hanya mendapat jatah 10 persen dari pasar mobil Malaysia.

Beberapa pengamat lain melihat perusahaan China Geely Holding Group, sebagai calon kuat lain. Namun pihak Geely mengkonfirmasi, negosiasi kemitraan teknologi dengan Proton memang pernah berjalan, tapi tidak pernah juga mencapai kesepakatan. Jadi kabar kerjasama modal dengan Proton hanya rumor.

Harga “Crossover” Ignis Setara LCGC

Suzuki Ignis yang bakal meluncur tahun depan ternyata menawarkan sesuatu yang spesial untuk Indonesia. Suzuki Indomobil Sales (SIS) menempatkannya sebagai crossover mungil yang harganya setara “mobil murah”.

Sumber internal SIS membisikan kepada KompasOtomotif, rencana banderol Ignis pada rentang Rp 140 juta – Rp 160 juta. Buat model crossover yang statusnya impor, harga segitu bisa menggoda minat beli masyarakat.

Saat ini belum ada crossover yang dijual harga segitu. Renault Kwid, crossover segmen A yang meluncur bulan lalu membidik rentang harga lebih rendah dibanding Ignis, yaitu Rp 117 juta.

“Harganya kompetitif, hampir sama dengan LCGC (low cost green car) yang varian tertinggi,” kata sumber akhir pekan lalu.

Jika dibandingkan dengan semua model “mobil murah”, Ignis yang muat 5-penumpang bersaing dengan MPV paling kecil Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Selain itu juga, harganya menantang Honda Brio Satya.

Sekarang jika benar segitu harganya, bagaimana nasib Suzuki Karimun Wagon R nantinya?

Tiga Tren Industri Otomotif Sepanjang 2016

Industri otomotif terus mengalami transformasi, tentunya ke arah yang lebih baik dan berteknologi tinggi. Tren perubahan ini bisa menjadi tanda, kalau otomotif tidak melawan kemajuan zaman.

Mengutip Carbuzz, Jumat (25/11/2016) berikut rangkuman tiga tren otomotif terbaik, yang bakal menjadi sebuah standar mobil, dan menggiring ke arah masa depan.

Platform Global

2016 adalah tahun globalisasi mobil, di mana para produsen sudah mulai mengusung konsep “Global Platform”. Di mana ini artinya satu model bisa digunakan dan dipasarkan untuk semua negara. Konsep ini lahir, untuk menghemat biaya pengembangan yang berbeda di masing-masing wilayah. Jadi mobil di Amerika akan sama dengan mobil di Inggris, atau bahkan Indonesia.

Teknologi Keselamatan

Mobil baru yang lahir saat ini semakin mengesankan, terutama terkait dengan teknologi keselamatan. Di mana dengan fitur-fitur tersebut nampaknya membuat hampir mustahil mobil untuk mengalami kecelakaan.

Mulai dari teknologi deteksi blind spot, lane departure warning, autonomous emergency braking, dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan juga yaitu teknologi yang membuat mobil bisa dikendarai komputer (otonomos), di mana ini diklaim akan mengurangi angka kecelakaan.

Entertainment

Hiburan di dalam mobil juga sudah memasuki era baru, di mana penggunaan kaset dan CD sudah terkubur dalam. Kali ini mobil sudah bisa terhubung langsung dengan ponsel pintar pribadi, dengan perantara fungsi penguhubung teknologi seperti Android Auto dan Apple CarPlay.

Jadi head unit bisa dioperasikan dengan mudah, dan daftar lagu yang diputar bisa disesuaikan dengan selera, tanpa harus kerepotan dengan kaset serta CD. Ke depannya bahkan produsen juga akan memanfaatkan teknologi Pandora dan Spotify.

Ruginya Duplikat Immobilizer via “Hacker”

Kunci mobil yang sudah dilengkapi sistem pengaman elektronik immobilizer kenyataannya bisa dibobol juga. Duplikasi kunci immobilizer sudah bisa dilakukan di luar bengkel resmi, hal ini tentu mengangkat kekhawatiran potensi pencurian.

Baca: Ternyata Bisa Bikin Kunci Immobilizer Cadangan

Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor menerangkan sifat immobilizer memiliki enkripsi elektronik yang berbeda-beda pada tiap kunci. Dia mengatakan memang memungkinkan enkripsi salah satu kunci itu ditransfer ke kunci duplikat via perangkat khusus,

“Orang zaman sekarang sudah makin jago, tahu komputer dan elektronik. Biar bagaimanapun kalau kunci hilang dan mau bikin baru lebih baik ke bengkel resmi karena dijamin rahasianya. Kalau ke orang lain kan jadi enggak jelas,” kata Anjar via telepon kepada KompasOtomotif, Jumat (25/11/2016).

Cara duplikasi kunci immobilizer dikatakan tingkatannya hacker. Maka itu dia menyarankan hati-hati jika meminjamkan mobil ke orang lain. Jika duplikat kunci immobilizer bisa dilakukan, bukan tidak mungkin selanjutnya mengundang tindak kejahatan.