Mercy Umbar Servis Gratis Tiga Tahun

Beragam trik dan strategi dipersiapkan penjual kendaraan roda empat, demi menggaet konsumen. Bukan hanya dilakukan merek menengah ke bawah, tapi juga premium, seperti salah satunya Mercedes Benz.

Jika penawaran promo dan potongan harga mobil sudah cukup sering didengar, tapi yang dilakukan Mercy ini terbilang jarang, yaitu gratis servis selama tiga tahun. Jadi konsumen tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya servis rutin mobil mewahnya.

“Untuk tiga tahun pertama, konsumen hanya memikirkan bahan bakar saja. Ini karena oli dan komponen fast moving serta yang lainnya, sudah di-cover oleh Mercedes Benz. Jadi tidak ada biaya perawatan,” ujar Hari Arifianto, Deputy Director Marketing Communication Mercedes Benz Indonesia di Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Hari melanjutkan, terkait dengan perawatan Mercedes Benz, biasanya dilakukan sekitar 10.000 kilometer sekali. Jika sudah lewat tiga tahun, barulah perawatan dikenakan biaya.

“Gratis ini selama tiga tahun, dan jika sudah lewat, maka akan dikenakan tarif reguler. Terkait jangka waktu perawatan rutin Mercedes-Benz, biasanya dilakukan per 10.000 kilometer sekali,” ucap Hari saat dijumpai di pameran independen Mercedes-Benz Star Expo 2016.

Sebab Mobil ”Meraung” Tanpa Injak Pedal Gas

Banyak kasus, mobil tiba-tiba ”meraung” alias putaran mesin mendadak tinggi meski kaki tidak menginjak pedal gas. Parahnya, gejala ini kerap muncul tanpa ada tanda-tanda. Lalu, ketika RPM sudah meninggi, sulit turun menjadi normal kembali.

Sudah bisa dibayangkan bahayanya. Jika mobil tersebut bertransmisi manual, bisa menyeruduk kalau kopling dilepas. Tapi kalau transmisinya otomatis, perpindahan gigi dari N ke D akan membuat efek bunyi dan sundulan, lalu mobil menyelonong saat pedal rem dilepas.

”Ada banyak kemungkinan kalau kasusnya seperti ini. Pada mobil injeksi dengan sistem pengaturan yang sudah terkomputerisasi, bisa di-scan menggunakan scanner untuk mencari tahu penyebabnya,” kata Rusdi Sopandi, Manajer Mekanik Misterbrum.id, (22/11/2016).

Kepada KompasOtomotif, Rusdi pun membeberkan beberapa penyebab yang membuat permasalahan tersebut terjadi, antara lain sebagai berikut:

1. Kemungkinan besar ada masalah pada komponen servo/ idle speed control (ISC). Cek komponen ini, bisa jadi ada kebocoran udara atau salah satu katup servo tidak menutup karena kerak uap oli yang terhisap dari ruang bakar. Komponen ini cukup mahal jika sudah benar-benar rusak.

2. Bisa juga karena banyaknya kotoran pada berbagai komponen yang seharusnya dirawat rutin. Misalnya, filter udara dan air flow sensor unit. Pastikan mengganti atau membersihkannya secara teratur.

3. Bersihkan selang-selang vacuum, karena tugasnya berat setiap mobil dipakai. Tersumbat sedikit, saja mengakibatkan komponen lain terganggu.

4. Cek bagian throttle body, injektor bahan bakar, EGR Valve. Rawat dan bersihkan rutin.

5. Upayakan sensor-sensor yang ada pada mobil dijaga dengan pengecekan secara rutin. Penggunaan scanner dalam hal ini akan sangat membantu.

Peminat “Bebek” Menurun pada Oktober

Berbeda dengan Skutik yang semakin banyak peminatnya, segmen bebek di sepanjang tahun ini tampak kembang kempis. Meski begitu, tentu saja masih belum kehilangan peminat.

Sepanjang Januari sampai Oktober 2016, penjualan sepeda motor bebek domestik rata-rata 51.198 unit setiap bulan, sesuai dengan data distribusi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI). Pada Oktober 2016, kelima merek anggota AISI menjual 48.389 unit.

Angka tersebut turun 8,74 persen dibanding dari bulan sebelumnya (September 2016), yang sampai 53.022 unit. Sementara jika ditotal dari Januari-Oktober 2016 mencapai 511.979 unit, atau berkontribusi 10,40 persen dari seluruh penjualan sepeda motor dalam negeri.

Dari lima merek yang masuk dalam daftar AISI, Astra Honda Motor (AHM) menjadi pemimpin pasar di segmen ini, dengan penjualan 338.579 unit sepanjang Januari-Oktober 2016, atau menguasai 66,13 persen. Dibanding merek lain, hanya Honda yang naik dari September ke Oktober, meski tidak besar.
Ghulam/KompasOtomotif
Penjualan sepeda motor bebek Januari-Oktober 2016 per merek.
Di urutan kedua ada Yamaha dengan penjualan 136.847 unit, dengan pangsa pasar 26,73 persen. Yamaha harus rela menelan pil pahit karena dari September menuju Oktober 2016 turun 29,80 persen, menjadi 9.432 unit.

Suzuki mengalami nasib serupa dengan Yamaha, di mana turun pada Oktober sebesar 28,67 persen, dengan hanya memperoleh 2.468 unit pada bulan kemarin. Sementara secara total sepuluh bulan ini, mencapai 36.295 unit, dengan memperoleh jatah 7,09 persen.

Baru kemudian di posisi keempat dan kelima ditempati Kawasaki dan TVS, dengan perolehan 143 unit dan 115 unit sepanjang Januari-Oktober 2016.

Faktor Utama Bikin Mobil Irit Itu Bukan Teknologi

Zaman makin canggih, teknologi pada mobil pun semakin tinggi. Namun, jika urusannya soal efisiensi bahan bakar teknologi, tidak selalu bisa membantu mobil lebih irit.

Menurut peneliti otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Ing Ir Tri Yuswidjajanto Zaenuri, faktor paling penting untuk urusan irit adalah pengemudi dengan cara mengemudinya. Pemahaman soal teknologi dan spesifikasi mobil, menyinergikannya dengan pengoperasian mobil, serta memahami kondisi sekitar bisa membantu mobil lebih hemat.

“Kalau di konsumsi bahan bakar itu yang paling dominan bukan teknologi, tetapi cara berkendara. Teknologi itu memfasilitasi saja,” ucap Tri, di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).

Tri mencontohkan salah satu teknologi yang tidak bisa terlalu diandalkan, yaitu fitur pengukur jarak tempuh berdasarkan sisa bahan bakar minyak (BBM) di tangki mobil. Indikator yang tertera di multi-information display (MID) itu tidak selalu bisa dikatakan akurat.

Sistem kerja komputer pada fitur itu tidak sama pada setiap mobil. Salah satu cara mengetahui keakuratannya dengan menilai sendiri saat mobil digunakan.

Tri menjelaskan, cara kerja fitur yang “jujur” kalau angka yang tertera bergerak naik turun seiring cara mengemudi. Jadi, jarak tempuh akan bertambah ketika mobil digunakan pakai teknik irit BBM dan berkurang bila “asal-asalan”.

“Tapi begini, kalau sekadar untuk membandingkan efisiensi BBM fitur itu boleh digunakan. Tetapi, bukan untuk mendapatkan angka efisiensi yang sebenarnya,” ujar Tri.

Bisa Bedakan Ducati Panigale Asli dan Aspal Ini?

Banyak cara untuk menaikkan kelas tunggangan, salah satunya adalah melakukan efek penyamaran. Ini pula yang dilakukan salah satu biker di Vietnam ketika melakukan transformasi bentuk sepeda motor dengan sangat rapi.

Benelli TNT 300 miliknya kini berubah menjadi Panigale 899. Sekilas tampang motornya memang tak ada bedanya dengan superbike premium Ducati itu. Mulai dari tampak depan, samping, hingga belakang. Garapannya juga ”halus”, nyaris tak kelihatan kalau ini motor modifikasi.
MotoSaigon.Vn
Tampang Benelli TNT 300 standar sudah tak bisa lagi dikenali.
Tapi, setelah diteliti, transformasi motor beda kasta itu akhirnya kelihatan juga. Pertama lihat dari peranti rem, lengan ayun, dan bagian mesin, mencerminkan milik Benelli TNT 300. Tapi sebenarnya, lengan ayun ini pun sudah menipu, sangat mirip Panigale.
Selebihnya sama persis, mulai dari lampu utama, bagian fairing, sampai lampu belakang yang mirip orisinal Ducati. Mungkin, salah satu titik yang bikin ragu adalah knalpot aftermarket yang kurang cocok dengan penampilan macho Panigale.
MotoSaigon.Vn
Tampang Ducati Panigale pada Benelli TNT 300 ini sangat kental.
Begitu juga dengan suspensi belakang yang mirip. Jika dua motor disejajarkan, antara versi modifikasi dan Panigale asli, butuh waktu beberapa saat untuk mengenali identitas sesungguhnya. Good job!

Daihatsu Siapkan Tiga Bengkel Khusus untuk Copen

Bodi roadster 2-pintu dengan atap lipat berikut mesin 3-silinder 660cc DOHC intercoller turbo yang dimiliki Copen menjadikannya produk eksklusif yang dijual Astra Daihatsu Motor (ADM) di Indonesia. Teknologi pada Copen tidak dimiliki model ADM lain, maka itu untuk urusan perawatan juga diterapkan layanan khusus.

Di dalam negeri, menurut penjelasan Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator ADM, Copen fokus dijual di daerah Jakarta dan Jawa Timur. Maka itu, bengkel resmi yang bisa melayani juga ditempatkan di daerah itu.

Di Jakarta, ada dua lokasi yang bisa menerima perawatan rutin Copen yaitu di diler Astra International di Sunter, Jakarta Utara dan di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Sedangkan di Jawa Timur cuma ada satu yaitu di Al Waru, Surabaya.

Tiga bengkel itu yang dipilih sebab memenuhi soal kesiapan tenaga kerja dan suku cadang. “Selain tempat itu tidak bisa melakukan servis, karena hanya bengkel itu yang ditugaskan menerima servis Copen,” kata Anjar, di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Copen merupakan model terkecil Daihatsu yang dijual di Indonesia. Meski paling ringkas ukurannya, harganya paling mahal. Disitat dari website resmi ADM hanya ada satu varian yang dijual, yakni manual Rp 421,55 juta.