Rumor Baru buat Yamaha R25

Yamaha R25 digosipkan segera mendapat ubahan untuk mempertahankan eksistensi di segmen sport seperempat liter. Model facelift-pun disiapkan untuk meluncur tahun depan, sebagai respons dan langkah bertahan dari serangan Honda CBR250RR, juga Kawasaki Ninja 250.

MotoBlast bahkan sudah memberikan gambar rekayasa digital andalan Yamaha ini, kemungkinan besar menggunakan suspensi depan upside down yang makin menjadi tren. Bahkan, kabarnya, diameternya bakal lebih besar.

Supaya lebih jelas, mari kita bandingkan. Kawasaki Ninja 250 dilengkapi dengan suspensi depan teleskopik 37 mm. Sementara itu, Honda CBR250RR mendapat bekal suspensi depan upside down Showa dengan ukuran 37 mm juga.

Sumber KompasOtomotif tak menampik bakal adanya ubahan minor pada Yamaha R25. Namun, dia masih belum jelas mengetahui detail waktu peluncuran dan ubahan apa saja yang bakal diusung. ”Tahun depan katanya, ada perubahan pada tampang depan juga,” kata sumber tersebut, Rabu (23/11/2016).

Kecurigaan KompasOtomotif, lampu depan akan dipermak ulang dengan versi LED yang lebih futuristik. Moncongnya juga bakal dibikin lebih runcing. Sementara itu, bagian samping dan belakang juga akan mendapat ubahan, terutama buritan yang gaya racing-nya makin kental.

Mesin masih sama, siap mengandalkan tipe silinder kembar 249 cc yang masih tergolong kompetitif jika dibandingkan dengan para pesaing.

Simak Perbedaannya, Ertiga Versi Proton dan Suzuki!

Proton segera memasarkan Ertiga, MPV versi rebadged dari Suzuki, yang kabarnya diimpor dari Indonesia. Merek mobil nasional Malaysia itu siap menawarkannya dengan tiga varian, Executive, Executive AT, dan Executive Plus AT.

Bocoran foto pun sudah beredar, disebar oleh Funtasticko, yang menunjukkan persiapan Proton untuk meluncurkan MPV 7-seater ini. Sekilas, tampanganya tak ada beda. Jika ditelusuri memang benar-benar sama, kecuali emblem Suzuki yang sudah diganti Proton.
Funtasticko
Bagian belakang, tanpa emblem Ertiga.
Dari foto itu, belum diketahui bakal dijual sebagai tipe yang mana, tapi tampangnya mirip Ertiga tipe GL, dilihat dari rumah lampu kabut yang absen dengan bezel krom. Bagian belakang juga tak ada identitas emblem ”Ertiga”, dibiarkan polos dengan logo Proton.
Menengok di bagian interior, juga tidak ada bedanya. Semua bagian sama persis, termasuk penggunaan material trim pintu, jok, sampai bagian audio. Pemilihan warna pun sama, paduan cokelat muda dan beige. Bedanya hanya logo Proton yang timbul pada lingkar kemudi.
Funtasticko
Interior Proton Ertiga, sama persis SUzuki.
Fitur pun dilaporkan tidak ada beda, termasuk penggunaan audio 2DIN dengan USB, sensor parkir, kursi deret ketiga yang bisa dilipat 50:50, dan meter cluster yang menampilkan berbagai informasi.
Di sektor keamanan, ada dua kantung udara, ABS, dan EBD, termasuk pelindung samping dan pengait ISOFX untuk kursi bayi.

Mercy Raih Hasil Manis dari Jualan SUV

Mendeklarasikan 2016 sebagai tahunnya sport utility vehicle (SUV), Mercedes Benz Indoensia mulai rasakan pencapaian manis di segmen ini, periode Januari-Oktober 2016. Dibanding tahun lalu ada kenaikan pangsa pasar, dari 28 persen 2015 menjadi 33 persen 2016, dari total penjualan merek asal Jerman ini.

“Kami lihat peningkatan sangat bagus, karena kami luncurkan banyak model baru. Pangsa pasar SUV (kontribusi) kami di atas 33 persen, dibanding 28 persen tahun lalu,” ujar Roelof Lamberts, President and CEO Mercedes Benz Indonesia, Rabu (23/11/2016).

Roelof melanjutkan, kalau naiknya market share SUV karena volume penjualannya yang naik. Namun, memang ada penurunan di segmen lain, seperti salah satunya E-Class yang masih berada di masa transisi, dari W212 ke W213.

“Penjualan total seluruh model kami di level yang sama dengan tahun lalu. Jadi artinya volume SUV naik, tapi yang lain turun terutama karena transisi E-Class, dari W212 menuju W213, yang belum dapat diproduksi secara penuh, dan itu akan dimulai tahun depan,” ucap Roelof.

Terkait kondisi SUV tahun depan, Kariyanto, Deputy Director Sales Operation MBC & Network Development menambahkan, kalau secara pasar trennya masih cukup tinggi. “Dengan infrastruktur yang ada, masih ada jalan berlubang, lalu banjir, konsumen jadi lebih feel safe dengan mobil yang tinggi, tapi secara kenyamanan tetap seperti sedan. Kalau dilihat, SUV kami saat ini sudah senyaman sedan,” ucap Kariyanto.

Puluhan Ribu Kia Sportage “Recall”

Kia Motors mengumumkan recall 71.704 Kia Sportage di Amerika, karena potensi gangguan pada electronic control unit (ECU), yang bisa mengalami korsleting dan menyebabkan kebakaran, mengutip Autonews, Kamis (24/11/2016).

Model crossover Kia yang terkena tersebut yaitu model 2008 dan 2009, yang diproduksi antara 9 Agustus 2007 dan 13 Mei 2009. Dalam dokumen yang diajukan kepada pihak lembaga keselamatan berkendara Amerika (National Hightway Traffic Safety Administration/NHTSA) dikatakan, kalau braking control unit mobil tidak tertutup dengan benar.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan air yang bercampur dengan garam jalanan (dari salju yang mencair) masuk dan bisa menimbulkan korosi pada jaringan kabel, berpotensi menyebabkan korsleting dan menimbulkan api.

“Kami menganjurkan kepada pelanggan, untuk memarkirkan mobil mereka di luar ruangan, dan jauh dari kendaraan atau struktur bangunan lainnya, hingga perbaikan massal telah dilakukan,” ujar James Hope, juru bicara Kia.

Kia akan mulai memberitahukan pemilik Sportage pada 28 November 2016. Diler Kia akan menggantikan control unit, jika ditemukan ada korosi. Namun jika tidak, diler hanya akan menggantikan penutup control unit saja. Masih belum diketahui apakah kendaraan di luar Amerika juga terkena recall.

Bagian yang rusak diproduksi oleh pemasok Korea Selatan Mando Corp, menurut sebuah dokumen NHTSA. Mando berada di peringkat 45 dari 100 pemasok komponen global terbaik, dengan penjualan di seluruh dunia mencapai 5,6 miliar dolar pada 2015 atau Rp 75,8 triliun.

Terkait dengan yang dipasarkan di Indonesia, General Manager Group KMI, Ridjal Mulyadi mengkonfirmasi, kalau unit yang ada di sini tidak terkena recall.

“Untuk program recall tersebut tidak dilakukan di Indonesia. Karena kerusakan tersebut tidak termasuk unit yang diedarkan di dalam negeri,” ujar Ridjal kepada KompasOtomotif, Kamis (24/11/2016).

Begini Kira-kira kalau CBR250RR “Telanjang”

Antusiasme terhadap Honda CBR250RR memang tinggi. Meski model ini belum juga dikirim ke konsumen, rekayasa tampang untuk menebak varian lain sudah mulai muncul dan menjadi viral. Tersebar di dunia maya, hasil olah digital versi telanjang (naked).

Seperti yang dilakukan MotoBlast, mereka ulang desain CBR250RR dari rangka, lalu diutak-atik bagian samping dan depannya dengan versi naked bike. Alhasil, otot mesin kelihatan jelas, begitu juga dengan rangka teralis yang digunakan.

Lampu depan dibuat pendek, mirip moge-moge Honda 500 cc dan 650 cc. Lehernya tentu dipangkas sehingga membuat suspensi upside down-nya makin kelihatan vulgar. Setang juga dibuat lebih tinggi, menyesuaikan aliran street bike.
Honda
Sketsa rangka Honda CBR250RR sebagai referensi.
Memang, pemroduksi motor ini, PT Astra Honda Motor (AHM) mengaku belum memikirkan versi telanjang. Fokus utama saat ini adalah memenuhi permintaan domestik yang saat ini sudah menumpuk.
Seperti yang dikatakan Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM, dikutip Otomania, (22/11/2016), bahwa langkah ini akan tetap dilakukan sampai tahun depan. ”Kalau (versi) naked tidak terlalu besar. Tetapi, lihat saja ke depan nanti seperti apa,” ucap Margono.

Namun, analisis Margono memang nyata. Saat melirik merek lain yang memasarkan versi sport telanjang 250 cc, penjualannya tak sekencang versi ber-fairing.

Andai AHM memilih langkah untuk merealisasikan versi telanjang, tentu pasar sport 250 cc bakal lebih bergairah. Yamaha MT25 dan Kawasaki Z250 siap dipecut kembali untuk bersaing.

Sepuluh Negara di Dunia dengan Jalanan Teraman

Menurut data statisitk organisasi kesehatan dunia (WHO), setiap orang terbunuh di jalanan setiap setiap 30 detik sekali. Lalu untuk setiap kematian tersebut, setidaknya ada 20 orang mengalami cedera, mengutip Autoguide, Kamis (24/11/2016).

Menghawatirkan lagi yaitu data dari World Bank Group, Transportation for Development, di mana negara-negara berkembang memiliki jumlah yang lebih tinggi terkait kematian di jalan raya. Di mana sebagian besar disebabkan infrastruktur, standar keamanan kendaraan dan hukum mengemudi yang tidak memadai.

Berikut adalah daftar 10 negara teratas yang paling aman untuk berkendara, berdasarkan laporan WHO Global Status Report on Road Safety 2015.

10. Norwegia

Norwegia masuk di posisi ke-10 pada daftar negara teraman, dengan rasio 3,8 kematian per 100.000 orang. Menurut perkiraan WHO, ada total 192 kematian di jalanan Norwegia sepanjang 2015. WHO masih menganggap kalau hukum helm di Norwegia masih belum memadai.

9. Spanyol

Negeri matador ini duduk di posisi sembilan dengan 3,7 kematian per 100.000 orang. Dari perkiraan WHO, ada sekitar 1.730 kematian di jalan raya Spanyol di 2015. Menurut laporan, WHO menganggap hukum mengemudi dalam keadaan mabuk di Spanyol tidak memadai.

8. Singapore dan Israel

Singapura dan Israel bersama-sama menempati peringkat delapan, dalam daftar negara dengan jalan raya teraman. Singapura memiliki 3,6 kematian di jalan per 100.000 orang, sementara Israel juga melaporkan angka yang sama. Laporan ini menunjukkan total ada 197 kematian sepanjang 2015. WHO menganggap hukum mengemudi dalam keadaan mabuk, kecepatan, dan kursi anak di Singapura tidak memadai.

7. Maladewa dan Denmark

Denmark dan Republik Maladewa berada di posisi tujuh, di mana hanya 3,5 kematian per 100.000 orang di jalan kedua negara tersebut. Denmark dilaporkan memiliki 196 total kematian jalan sepanjang 2015.

6. Belanda

Belanda mengambil posisi kelima dengan 3,4 kematian per 100.000 orang. Pada 2015, WHO memperkirakan Belanda memiliki 574 kematian di jalan.

5. Swiss

Di Swiss kematian di jalan raya hanya 3,3 orang per 100.000 orang, di mana sekitar 269 total kematian di jalan pada 2015.

4. San Marino

San Marino, negara kecil yang terletak di Italia ini, mengambil nomor keempat dengan rasio hanya 3,2 kematian di jalan per 100.000 orang. Di mana hanya satu kematian di jalan yang dilaporkan pada 2015.

3. United Kingdom

Inggris berada di posisi kedua dengan kematian 2,9 kendaraan per 100.000 orang dan diperkirakan ada 1.827 kematian sepanjang 2015.

2. Swedia

Swedia adalah yang paling aman kedua, dengan rasio 2,8 kematian per 100.000 orang. Diperkirakan ada total 272 kematian di jalan pada 2015. Menurut WHO, hal ini disebabkan hukum mengemudi dalam keadaan mabuk yang ketat, dan standar keselamatan kendaraan yang tinggi.

1. Mikronesia

Menurut laporan WHO, Negara Federasi Mikronesia memiliki jalan paling aman di planet ini, dengan rasio 1,9 kematian di jalan per 100.000 orang, dan hanya ada dua total kematian di 2015.