Sebab Mobil ”Meraung” Tanpa Injak Pedal Gas

Banyak kasus, mobil tiba-tiba ”meraung” alias putaran mesin mendadak tinggi meski kaki tidak menginjak pedal gas. Parahnya, gejala ini kerap muncul tanpa ada tanda-tanda. Lalu, ketika RPM sudah meninggi, sulit turun menjadi normal kembali.

Sudah bisa dibayangkan bahayanya. Jika mobil tersebut bertransmisi manual, bisa menyeruduk kalau kopling dilepas. Tapi kalau transmisinya otomatis, perpindahan gigi dari N ke D akan membuat efek bunyi dan sundulan, lalu mobil menyelonong saat pedal rem dilepas.

”Ada banyak kemungkinan kalau kasusnya seperti ini. Pada mobil injeksi dengan sistem pengaturan yang sudah terkomputerisasi, bisa di-scan menggunakan scanner untuk mencari tahu penyebabnya,” kata Rusdi Sopandi, Manajer Mekanik Misterbrum.id, (22/11/2016).

Kepada KompasOtomotif, Rusdi pun membeberkan beberapa penyebab yang membuat permasalahan tersebut terjadi, antara lain sebagai berikut:

1. Kemungkinan besar ada masalah pada komponen servo/ idle speed control (ISC). Cek komponen ini, bisa jadi ada kebocoran udara atau salah satu katup servo tidak menutup karena kerak uap oli yang terhisap dari ruang bakar. Komponen ini cukup mahal jika sudah benar-benar rusak.

2. Bisa juga karena banyaknya kotoran pada berbagai komponen yang seharusnya dirawat rutin. Misalnya, filter udara dan air flow sensor unit. Pastikan mengganti atau membersihkannya secara teratur.

3. Bersihkan selang-selang vacuum, karena tugasnya berat setiap mobil dipakai. Tersumbat sedikit, saja mengakibatkan komponen lain terganggu.

4. Cek bagian throttle body, injektor bahan bakar, EGR Valve. Rawat dan bersihkan rutin.

5. Upayakan sensor-sensor yang ada pada mobil dijaga dengan pengecekan secara rutin. Penggunaan scanner dalam hal ini akan sangat membantu.

Iklan

Peminat “Bebek” Menurun pada Oktober

Berbeda dengan Skutik yang semakin banyak peminatnya, segmen bebek di sepanjang tahun ini tampak kembang kempis. Meski begitu, tentu saja masih belum kehilangan peminat.

Sepanjang Januari sampai Oktober 2016, penjualan sepeda motor bebek domestik rata-rata 51.198 unit setiap bulan, sesuai dengan data distribusi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI). Pada Oktober 2016, kelima merek anggota AISI menjual 48.389 unit.

Angka tersebut turun 8,74 persen dibanding dari bulan sebelumnya (September 2016), yang sampai 53.022 unit. Sementara jika ditotal dari Januari-Oktober 2016 mencapai 511.979 unit, atau berkontribusi 10,40 persen dari seluruh penjualan sepeda motor dalam negeri.

Dari lima merek yang masuk dalam daftar AISI, Astra Honda Motor (AHM) menjadi pemimpin pasar di segmen ini, dengan penjualan 338.579 unit sepanjang Januari-Oktober 2016, atau menguasai 66,13 persen. Dibanding merek lain, hanya Honda yang naik dari September ke Oktober, meski tidak besar.
Ghulam/KompasOtomotif
Penjualan sepeda motor bebek Januari-Oktober 2016 per merek.
Di urutan kedua ada Yamaha dengan penjualan 136.847 unit, dengan pangsa pasar 26,73 persen. Yamaha harus rela menelan pil pahit karena dari September menuju Oktober 2016 turun 29,80 persen, menjadi 9.432 unit.

Suzuki mengalami nasib serupa dengan Yamaha, di mana turun pada Oktober sebesar 28,67 persen, dengan hanya memperoleh 2.468 unit pada bulan kemarin. Sementara secara total sepuluh bulan ini, mencapai 36.295 unit, dengan memperoleh jatah 7,09 persen.

Baru kemudian di posisi keempat dan kelima ditempati Kawasaki dan TVS, dengan perolehan 143 unit dan 115 unit sepanjang Januari-Oktober 2016.

Faktor Utama Bikin Mobil Irit Itu Bukan Teknologi

Zaman makin canggih, teknologi pada mobil pun semakin tinggi. Namun, jika urusannya soal efisiensi bahan bakar teknologi, tidak selalu bisa membantu mobil lebih irit.

Menurut peneliti otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Ing Ir Tri Yuswidjajanto Zaenuri, faktor paling penting untuk urusan irit adalah pengemudi dengan cara mengemudinya. Pemahaman soal teknologi dan spesifikasi mobil, menyinergikannya dengan pengoperasian mobil, serta memahami kondisi sekitar bisa membantu mobil lebih hemat.

“Kalau di konsumsi bahan bakar itu yang paling dominan bukan teknologi, tetapi cara berkendara. Teknologi itu memfasilitasi saja,” ucap Tri, di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).

Tri mencontohkan salah satu teknologi yang tidak bisa terlalu diandalkan, yaitu fitur pengukur jarak tempuh berdasarkan sisa bahan bakar minyak (BBM) di tangki mobil. Indikator yang tertera di multi-information display (MID) itu tidak selalu bisa dikatakan akurat.

Sistem kerja komputer pada fitur itu tidak sama pada setiap mobil. Salah satu cara mengetahui keakuratannya dengan menilai sendiri saat mobil digunakan.

Tri menjelaskan, cara kerja fitur yang “jujur” kalau angka yang tertera bergerak naik turun seiring cara mengemudi. Jadi, jarak tempuh akan bertambah ketika mobil digunakan pakai teknik irit BBM dan berkurang bila “asal-asalan”.

“Tapi begini, kalau sekadar untuk membandingkan efisiensi BBM fitur itu boleh digunakan. Tetapi, bukan untuk mendapatkan angka efisiensi yang sebenarnya,” ujar Tri.

Bisa Bedakan Ducati Panigale Asli dan Aspal Ini?

Banyak cara untuk menaikkan kelas tunggangan, salah satunya adalah melakukan efek penyamaran. Ini pula yang dilakukan salah satu biker di Vietnam ketika melakukan transformasi bentuk sepeda motor dengan sangat rapi.

Benelli TNT 300 miliknya kini berubah menjadi Panigale 899. Sekilas tampang motornya memang tak ada bedanya dengan superbike premium Ducati itu. Mulai dari tampak depan, samping, hingga belakang. Garapannya juga ”halus”, nyaris tak kelihatan kalau ini motor modifikasi.
MotoSaigon.Vn
Tampang Benelli TNT 300 standar sudah tak bisa lagi dikenali.
Tapi, setelah diteliti, transformasi motor beda kasta itu akhirnya kelihatan juga. Pertama lihat dari peranti rem, lengan ayun, dan bagian mesin, mencerminkan milik Benelli TNT 300. Tapi sebenarnya, lengan ayun ini pun sudah menipu, sangat mirip Panigale.
Selebihnya sama persis, mulai dari lampu utama, bagian fairing, sampai lampu belakang yang mirip orisinal Ducati. Mungkin, salah satu titik yang bikin ragu adalah knalpot aftermarket yang kurang cocok dengan penampilan macho Panigale.
MotoSaigon.Vn
Tampang Ducati Panigale pada Benelli TNT 300 ini sangat kental.
Begitu juga dengan suspensi belakang yang mirip. Jika dua motor disejajarkan, antara versi modifikasi dan Panigale asli, butuh waktu beberapa saat untuk mengenali identitas sesungguhnya. Good job!

Daihatsu Siapkan Tiga Bengkel Khusus untuk Copen

Bodi roadster 2-pintu dengan atap lipat berikut mesin 3-silinder 660cc DOHC intercoller turbo yang dimiliki Copen menjadikannya produk eksklusif yang dijual Astra Daihatsu Motor (ADM) di Indonesia. Teknologi pada Copen tidak dimiliki model ADM lain, maka itu untuk urusan perawatan juga diterapkan layanan khusus.

Di dalam negeri, menurut penjelasan Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator ADM, Copen fokus dijual di daerah Jakarta dan Jawa Timur. Maka itu, bengkel resmi yang bisa melayani juga ditempatkan di daerah itu.

Di Jakarta, ada dua lokasi yang bisa menerima perawatan rutin Copen yaitu di diler Astra International di Sunter, Jakarta Utara dan di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Sedangkan di Jawa Timur cuma ada satu yaitu di Al Waru, Surabaya.

Tiga bengkel itu yang dipilih sebab memenuhi soal kesiapan tenaga kerja dan suku cadang. “Selain tempat itu tidak bisa melakukan servis, karena hanya bengkel itu yang ditugaskan menerima servis Copen,” kata Anjar, di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Copen merupakan model terkecil Daihatsu yang dijual di Indonesia. Meski paling ringkas ukurannya, harganya paling mahal. Disitat dari website resmi ADM hanya ada satu varian yang dijual, yakni manual Rp 421,55 juta.

Volvo Luncurkan Sasis Bus Terbesar di Dunia

Volvo resmi luncurkan sasis bus yang diklaim terbesar di dunia, pada pameran FetransRio, di Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (24/11/2016). Merek asal Swedia ini cukup dikenal sebagai pemasok bus, untuk sistem transportasi dengan kapasitas penumpang yang tinggi, seperti istilah Bus Rapid Transit (BRT).

Sasis biarticulated baru, yang disebut Gran Artic 300, memiliki panjang 30 meter dan sanggup mengangkut 300 penumpang sekaligus.

“Sekarang kami perkenalkan sasis bus terbesar di dunia. Kendaraan ini akan menyediakan sistem transportasi yang lebih efisien, menawarkan kualitas yang lebih tinggi untuk penumpang. Lebih dari itu, bisa meningkatkan efisiensi biaya untuk operator transportasi,” ujar Fabiano Todeschini, Kepala Volvo Bus Amerika Latin, mengutip Automotive World, Kamis (24/11/2016.

Gran Artic 300 ini dikembangkan di Brazil terutama untuk BRT, yang merupakan sistem transportasi dengan jalur khusus. Bus dapat membawa sampai 30 penumpang lebih dari model sebelumnya.

Pada pameran ini juga, Volvo memperkenalkan sasis baru dengan panjang 22 m, Super Artic 210. Selain kapasitas sebanyak 210 penumpang, model baru ini dilengkapi dengan lima pintu. Kendaraan ini dibangun hanya di atas tiga as roda (axle).

Bus dengan kapasitas penumpang besar ini, bisa mengurangi jumlah kendaraan yang beroperasi di koridor bus, serta mampu mengurangi emisi. Volvo adalah pelopor dalam pengembangan kendaraan pada sistem BRT, dan diakui sebagai pemimpin pasar. Perusahaan ini telah memberikan lebih dari 4.000 bus untuk BRT di Curitiba, Bogotá, Guatemala City, Mexico City, Santiago de Chile dan San Salvador.

“Kami bangga untuk mengatakan bahwa bus terbesar di dunia adalah Volvo, dan itu dikembangkan di Brazil,” kata Idam Stival, Sales Engineering Coordinator Volvo Bus Latin. Nampakanya akan menarik jika Indonesia memiliki sistem transportasi dengan bus seperti ini.

Hyundai H1 “Facelift” dengan Gril Besar

Hyundai Sime Darby Motors, distributor mobil-mobil Hyundai di Malaysia, meluncurkan Grand Starex Royale 2017 (H1 facelift). Tampangnya berubah signifikan, terasa jauh lebih segar dan dinamis.

Yang paling gampang terlihat, berubahnya gril depan yang terkesan makin mewah. Penampangnya juga lebih lebar, memadukan dua trapesium. Sebenarnya gril model ini mirip mobil-mobil Lexus, tetapi Hyundai mengemasnya dengan aksen krom dan motif yang berbeda.

Desain bemper juga berubah, di bagian ini tersemat daytime running lights (DRL) LED di dalam rumah lampu model strip. Lampu utama masih model lama. Sementara itu, bagian samping juga tampak menggunakan skirt, terkesan lebih tebal dan sporty.
Indianautosblog
Tampang belakang, makin terasa sporty.
Bagian belakang juga terasa lebih gagah, berkat adanya empat lubang berbentuk jajaran genjang pada bemper yang berfungsi sebagai saluran gas buang. Lampu diberi aksen hitam.
Tidak ada perubahan yang dilakukan di dalam. Tipe standarnya sudah dilengkapi dengan pintu geser otomatis, 11 kursi, jok balutan kulit, kantong udara, sensor parkir dan kamera, sampai sistem hiburan dengan layar sentuh.

Mobil digerakkan mesin 2.500 cc CRDi turbo diesel yang memproduksi tenaga 167,6 tk @3.600 rpm dan torsi puncak 441 Nm @2.000-2.500 rpm. Jantung pacu ini digandengkan dengan transmisi 5-percepatan otomatis.

Hyundai di Malaysia menjualnya dengan harga 168.888 ringgit Malaysia atau setara Rp 515 jutaan. Pilihan warna yang tersedia adalah Creamy White, Timeless Black, dan Hyper Silver. Hyundai di Indonesia juga tampaknya bakal memasarkan model facelift H1 ini, terindikasi dari daftar uji tipe yang sudah dilakukan.